Kapoposang, Sulawesi Selatan – Harapan bagi keberlanjutan populasi penyu terus tumbuh di Kepulauan Kapoposang. Sebanyak 5.053 telur penyu berhasil diselamatkan melalui Kegiatan Konservasi yang dilaksanakan oleh Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) bersama BRI Peduli dan masyarakat Pulau Kapoposang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Grow & Green BRI Peduli. yang berkomitmen mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, sebanyak 3.667 telur berhasil menetas menjadi tukik, atau mencapai tingkat keberhasilan penetasan sebesar 72,57%. Capaian ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan populasi penyu sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut di Kepulauan Kapoposang.



Kegiatan yang berlangsung pada November 2024 hingga Juli 2025 ini meliputi pemantauan peneluran, penyelamatan dan relokasi telur, hingga pengelolaan serta pemantauan sarang secara berkala. Kegiatan ini juga menghasilkan pemetaan lokasi peneluran penyu di Pulau Kapoposang yang dapat menjadi dasar untuk memperkuat upaya perlindungan dan konservasi secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal.

Hasil pemantauan mencatat tiga jenis penyu yang melakukan peneluran di Pulau Kapoposang, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Tercatat sebanyak 18 induk penyu hijau, 7 induk penyu sisik, dan 1 induk penyu lekang yang bertelur di Pulau Kapoposang.



Meski sebagian besar telur berhasil menetas, sebanyak 1.386 telur tidak menetas. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan faktor embrio dan kondisi lingkungan inkubasi,termasuk suhu dan kelembapan.Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengelolaan sarang dan teknik relokasitelur pada kegiatan konservasi berikutnya. Di sisi lain, keberhasilan penetasan ribuan tukik menunjukkan dampak nyata dari kolaborasi antara YEKHALI, BRI Peduli, dan masyarakat dalammendukung perlindungan penyu serta keberlanjutan ekosistem pesisir.


Bagi Pulau Kapoposang, ribuan tukik yang berhasil menetas menjadi harapan bagi keberlanjutan populasi penyu di masa depan. Setiap telur yang diselamatkan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan memastikan Kapoposang tetap menjadi rumah bagi generasi penyu berikutnya.



