
Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan tata kelola perikanan alat tangkap Samba pada program Wallacea II. YEKHALI telah melaksanakan pertemuan bersama Kepala Cabang Dinas Kelautan (CDK) Kabupaten Pangkajene Kepulauan (18/11/2021). Pertemuan diadakan di kantor Cabang Dinas Kelautan Pangkep membahas mengenai rencana program yang akan dilaksanakan di desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Dari pertemuan singkat tersebut, kepala Cabang Dinas Kelautan sangat mengapresiasi program yang akan dilaksanakan di wilayah kerjanya. “Kami tentu sangat mengapresiasi program yang akan dilaksanakan oleh YEKHALI di wilayah kerja kami. Terlebih kondisi terumbu karang di daerah yang akan didampingi oleh YEKHALI memiliki kriteria kawasan terumbu karang yang rusak hingga sedang, sehingga kami merencanakan upaya rehabilitasi disana. Kami akan mendukung penuh dan berharap dapat berkolaborasi pada program tersebut” ucap bapak Moh Maja selaku Kepala Cabang Dinas Kelautan Pangkep.
Selanjutnya, pihak CDK Pangkep berharap YEKHALI dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan informasi-informasi yang belum sampai di nelayan desa Sabalana, dan juga mengharapkan dapat melakukan inisiasi pembentukan kelompok pengawas di tingkat nelayan dengan harapan kelompok tersebut mampu mengawasi dan menjaga perairan mereka dari aktivitas perikanan yang merusak. Hal ini tentu sejalan dengan program yang akan dilaksanakan di Pulau Sabalana berupa pembuatan Daerah Perlindungan Laut (DPL) sehingga perlu kelompok pengawas di tingkat masyarakat.

Mewakili Bupati Pangkep, Hj. Andi Faridah, selaku Kepala Dinas Perikanan Pangkep dalam pertemuan yang dilaksanakan diruang kerjanya (23/11/2021) menyampaikan beberapa hal terkait peran pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi-potensi pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, termasuk upaya dalam meningkatkan hasil tangkapan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat pesisir serta strategi-strategi yang dapat meningkatkan pendapatan dari sektor kelautan perikanan. Beliau berharap perlu adanya sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten, CSO/NGO dan swasta terkait pemanfaatan potensi dari sisi sektor kelautan perikanan.

Sementara untuk mengawali langkah dalam pelaksanaan program di pulau Sabalana. Maka dilaksanakan sosialisasi bertempat di salah satu kolom rumah apparat dusun Sabalana pada jumat, 21 Januari 2022. Momentum hari jumat dimanfaatkan sebagai waktu pertemuan yang tepat dikarenakan nelayan tidak akan melaut pada hari itu, sehingga memiliki kesempatan untuk hadir pada agenda sosialisasi program Wallacea II.
Sosialisasi diawali dengan sambutan dan sepatah kata dari dusun Sabalana bapak Muhajir, kepada YEKHALI dan masyarakat yang hadir pada sosialisasi. Masyarakat dusun Sabalana yang diwaliki kepala dusun menyambut baik program Wallacea II, yang berfokus pada tata kelola alat tangkap samba dan pengelolaan ekosistem terumbu karang berbasis zonasi di pulau Sabalana, sehingga diharapkan hasil tangkapan nelayan akan meningkat dengan adanya pengelolaan tersebut.
Selanjutnya pada sosialisasi tersebut, YEKHALI yang diwakili oleh Fadhli Insani Ihsan selaku coordinator program dan M. Zuhrizal AM sebagai fasilitator program kemudian menyampaikan tujuan program Wallacea II serta point-point penting dalam pelaksanaan program ini. Sosialisasi kemudian masuk pada diskusi semi informal, dimana masyarakat bebas bertanya dan menyampaikan pendapat serta saran dalam pelaksanaan program ini. Poin penting pada diskusi tersebut yakni masyarakat mengharapkan adanya keterlibatan penuh masyarakat setempat dan pemerintah di tingkat kabupaten dan desa, serta aparat keamanan dalam penyusunan tata kelola alat tangkap samba dan pengelolaan ekosistem terumbu karang berbasis zonasi di pulau Sabalana. Belajar dari program serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya, dengan adanya keterlibatan seluruh pihak tersebut, masyarakat berharap pengelolaan ini tetap bertahan walau program telah berakhir. Kemudian di akhir diskusi tersebut masyarakat juga meminta untuk adanya kelompok pengawas jika Daerah Perlindungan Laut (DPL) telah dibuat dan disepakati.
Mayoritas masyarakat nelayan di pulau Sabalana menyambut baik program Wallacea II yang dilaksanakan oleh YEKHALI. Kendati demikian, masih terdapat beberapa nelayan yang menolak halus pelaksanaan program ini, dikarenakan jenis alat tangkap samba yang dimiliki tidak ramah lingkungan. Mereka beranggapan dengan adanya program ini maka akan mematikan pencarian mereka. Namun hal tersebut langsung diatasi pasca sosialisasi untuk menghindari kesalahpahaman dan konflik horizontal, sehingga fasilitator proyek kemudian berinisiatif menemui masyarakat nelayan tersebut untuk diskusi lepas sambil meminta saran terkait program. Sosialisasi ini diharapkan menjadi pondasi awal dalam pelaksanaan program kedepannya. Sehingga diharapkan masyarakat nelayan pulau Sabalana dapat mengetahui inti program Wallacea II dan dapat berkontribusi dalam pelaksanaannya.



Mantap