Konsultasi Penyusunan Profil Perikanan dan Workshop Kesepakatan Tata Kelola Alat Tangkap Samba

Pada Maret lalu, tim YEKHALI di pulau Sabalana telah melaksanakan konsultasi dalam penyusunan profil perikanan penggunaan alat tangkap Samba, sekaligus juga dirangkaikan kegiatan workshop kesepakatan workshop kesepakatan tata kelola penggunaan alat tangkap Samba dan zonasi ekosistem terumbu karang di pulau Sabalana pada hari berikutnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Maret 2022, bertempat di halaman salah satu rumah warga.

Kegiatan konsultasi profil perikanan berjalan dengan baik dan penuh antusias dari masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut. Hasil pengumpulan data menggunakan metode PRA pada kegiatan sebelumnya, serta draft sementara profil perikanan yang telah disusun mendapat banyak tanggapan dan saran dari masyarakat. Para tokoh masyarakat yang hadir berharap profil perikanan yang disusun nantinya dapat menggambarkan kondisi perikanan yang objektif di pulau Sabalana.

Pertemuan Konsultasi Draft Sementara Profil Perikanan Tematik Tata Kelola Penggunaan alat Tangkap Samba di pulau Sabalana

Tidak jauh berbeda pada kegiatan konsultasi profil perikanan, kegiatan pertemuan workshop kesepakatan juga berjalan dengan baik dan juga mendapatkan perhatian dari masyarakat yang hadir. Pasalnya pada pertemuan tersebut membahas salah satu point penting, yakni terkait kesepakatan zona yang akan dijadikan wilayah perlindungan untuk ekosistem terumbu karang. Terdapat 2 opsi yang disarankan oleh masyarakat terkait zona yang baiknya akan dijadikan zona perlindungan ekosistem terumbu karang, yakni di sebelah utara pulau Sabalana dan di sebelah timur pulau yang merupakan zona perlindungan yang pernah diinisiasi pada program coremap II.

Pertemuan Workshop Kesepakatan Tata Kelola Penggunaan Alat Tangkap dan Zonasi Ekosistem Terumbu Karang di pulau Sabalana

Salah satu tokoh masyarakat memberi apresiasi terhadap kegiatan pertemuan yang telah dilakukan oleh tim YEKHALI di pulau Sabalana. Pasalnya banyak permasalahan-permasalahan yang di alami masyarakat nelayan karena kurangnya musyawarah dan pertemuan seperti ini yang dilaksanakan untuk membahas tata kelola pemanfaatan pesisir dan laut. Sehingga yang terjadi nelayan seenaknya memanfaatkan secara bebas tanpa mempertimbangkan keberlanjutan pencarian nelayan kedepannya. Beliau juga berharap kegiatan pertemuan selanjutnya dapat dihadiri oleh banyak warga, karena permasalahan yang akan dibahas sangat bergantung terhadap kesepakatan semua masyarakat demi kebaikan dan keberlanjutan pencarian nelayan di pulau Sabalana.

Kegiatan pertemuan workshop kesepakatan diakhir dengan penandatanganan berita acara oleh tiga perwakilan dari masyarakat pulau Sabalana, yakni Kepala Dusun dan Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) selaku pemerintah setempat dan satu warga sebagai tokoh masyarakat.

Tags :
example, category, and, terms
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *